subscription options



Or, subscribe via email
about me

Born in Balikpapan, Kalimantan Timur, Indonesia. A mid-size city in central region of Indonesia, it also known as “Oil City”. A place where its surrounding are major players in Oil-Gas and others coal/mining industries.


I would love to spend my spare time on listening to jazz, readings, blogging, photography.


For full details please follow this link.
My Pictures on

Information sharing
View Yulianus Ladung's profile on LinkedIn





Dukungan BBV untuk gerakan #IndonesiaUnite

Follow YulianusLadung on Twitter



« Back

:: Bandeng Lumpur ::

Written by Admin on Tuesday, February 19, 2008 – 11:05 PM

Sore ini, saya lihat berita di MetroTV mengenai temuan dari Tim Pengawas Penanggulangan Lumpur Sidoarjo (TP2LS) DPR RI. Bagi saya sebagi orang awam ini sedih, adalah selain temuan TP2LS yang menyatakan bahwa musibah bencana lumpur yang terjadi di Sidoarjo itu dikarenakan fenomena alam, juga respon yang diberikan oleh para anggota DPR yang terhormat itu. Dimana, ketika ditanya oleh pemimpin sidang, apakah para anggota DPR yang terhormat itu menerima laporan TP2LS tersebut, untung-lah hasil temuan dan laporan TP2LS itu ditolak oleh sebagian besar anggota sidang yang hadir.

 

Walau demikian, saya sangat resah dengan respon yang diberikan dan diperlihatkan oleh para anggota DPR yang terhormat itu. Diantara mereka ada yang sambil berteriak-teriak, bahkan ada terdengar seperti terkekeh-kekeh, dll. Bagi saya, hal tersebut adalah sungguh sebuah sikap yang tidak menunjukan dan mencerminkan sikap dan tindakan negarawan.

 

Memang tidak ada gading yang tak retak. Tapi apakah memang pantas respon seperti itu?

 

Terlepas dari bagaimana hasil rapat DPR RI tersebut. Dari pagelaran rapat tersebut, nampak sekali, bahwa kelangsungan Hidup dan Nasib saudara-saudara kita di Sidoarjo yang sekarang ini mendapatkan cobaan dari YME, menjadi semakin menderita. Dan hal itu diperparah dengan sikap dari DPR RI yang seolah-olah menjadikan bencana lumpur di Sidoarjo sebagai bahan guyonan dan permainan politik semata.

 

Mereka (baca: DPR) yang seharusnya menjadi perpanjangan tangan dan suara dari rakyat di negeri ini, seolah-olah tidak mengambil peduli akan nasib rakyat yang mereka wakili. Dimana setiap hari, saudara-saudara itu, dengan ketersediaan kemampuan yang tersisa, masih berusaha untuk tetap bertahan hidup. Yupe, bertahan hidup. Boro-boro memikirkan masa depan mereka, untuk hidup sehari-hari saja sudah sulit.

 

Sungguh ironis. Semoga saudara-saudara se-bangsa dan se-tanah yang sekarang ini mengalami musibah, selalu mendapatkan bimbingan dari YME dan ketabahan dalam menghadapi cobaan dan juga diberikan kekuatan mental dalam menyaksikan para pejabat di negeri ini yang ‘meninggalkan’ rakyat yang seharusnya mereka layani.

 

Semoga. AMIN !!!!




Posted in Life Story | No Comments »

Leave a Comment