" …. "
Written by Admin on Sunday, March 29, 2009 – 4:24 amSuatu ketika seorang seniman besar pernah berkata sebagai berikut:
" GREAT things are done by a series of small things brought together"
Seniman tersebut adalah Vincent van Gogh. Seorang seniman kenamaan yang diawal-awal masa dia berkarya sering mendapatkan cemoohan dan diremehkan banyak orang. Seorang seniman yang sampai sekarang terkenal dengan lukisan potret dirinya.
Ia adalah seorang seniman pelukis yang pada zamannya terinspirasi oleh gaya impresionisme. Namun ketidakpuasan terhadap pengekangan ekspresi seni oleh pakem impresionisme membuat ia beralih pada gaya ekspresionisme.
Seorang seniman yang pada akhir hidupnya merasa dirinya menjadi gila. Yang akhirnya menghabiskan sisa hidupnya di R.S. Jiwa Saint Paul-de-Mausole di Saint-Rémy-de-Provence, Perancis. Namun kecintaan dia terhadap seni lukis tetap dilakukan-nya sampai akhirnya hayatnya.
Lantas, apa hubungan-nya?
Kalau Anda simak, Van Gogh sangat berdedikasi terhadap apa yang di inginkan-nya. Dia sangat konsentrasi terhadap apa yang dia inginkan dalam hidupnya, apa yang dia cintai, bahkan dia rela berkorban untuk menjadi seperti apa yang dia alami diakhir hayatnya.
Bagi saya, hal tersebut adalah sebuah pengorbanan dan sebuah tindakan narsisme (lukisan foto diri) yang sangat berarti. Kalau bagi Anda tidak berarti apa-apa, paling tidak bagi dirinya sendiri hal itu bermanfaat.
Kita sering kali ingin berbuat sesuatu yang kita maksudkan untuk mencitrakan diri kita sendiri. Apapun kita lakukan untuk hal tersebut, terlebih bagi mereka yang tergolong dalam tipe manusia yang ekstrovert.
Tipe ekstrovert yang selalu blak-blakan dan out spoken terhadap segala hal. Yang tanpa disadari sering kali justru keterbukaan itu mengganggu dan tidak membuat nyaman orang lain.
YA. Saya barangkali termasuk tipe ekstrovert. Yang selama ini selalu saya sadari sebagai sebuah hal yang selalu saya usahakan untuk baik bagi saya pribadi dan baik pula bagi orang lain. Namun ternyata hal tersebut tidak selalu benar.
YA. Salah telah melakukan sebuah kesalahan yang sangat tolol. Karena harusnya saya dapat lebih teliti, cermat dan amanah lagi.
YA. Sebuah kesalahan yang entah akan bisa saya perbaiki atau tidak.
YA. Sebuah kesalahan yang mungkin bisa membuat saya, jatuh kedalam sebuah situasi yang sangat tidak menyenangkan dan melegakan.
YA. Sebuah kesalahan yang saya sendiri sangat sulit untuk memaafkan-nya.
YA. Sebuah kesalahan yang sungguh teramat sangat saya sesali.
Kalau Van Gogh dengan ungkapan-nya itu, maka mungkin melalui kesalahan yang saya lakukan ini, saya dapat membuat sebuah ungkapan baru:
" THE MOST STUPID THINGS are done by a series of mistakes brought together"
Ah, entahlah. Mungkin hanya Sang Khalik yang dapat memahami kesalahan saya itu. Sebuah kesalahan mungkin dengan sengaja yang aku tujukan untuk sebuah tujuan yang mungkin bermanfaat bagi orang lain dan demi mendapatkan apa yang aku panjatkan dalam setiap butir kata yang aku panjatkan dalam tiap lantunan do’a ku.
Semoga belum terlalu terlambat untuk sebuah maaf yang aku haturkan dari lubuk hati yang paling dalam.
*Sebuah catatan kecil untuk kebodohan ditanggal 28 Maret 2009*
Posted in Life Story | No Comments »





